UTAMA Buka Wawasan Global Mahasiswa Lewat International Seminar ESG
Jumat, 24 April 2026
Penyerahan Plakat Oleh Rektor Universitas Tama Jagakarsa
[Kanal Media UTAMA] - Di tengah dunia bisnis yang semakin berorientasi pada prinsip keberlanjutan, generasi muda dituntut untuk memiliki pemahaman yang melampaui sekadar teori. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Tama Jagakarsa menggelar International Seminar bertajuk Exploring ESG : Shaping Future Leaders pada 17 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaborasi internasional antara Universitas Tama Jagakarsa dan Ho Chi Minh City University of Economics and Finance, Vietnam, sebagai upaya memperluas wawasan global mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan lintas negara.
Acara dibuka dengan welcoming speech oleh Rektor Universitas Tama Jagakarsa, Prof. Dr. H. M. Noor Sembiring, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, khususnya dalam isu keberlanjutan. Dalam sambutannya, beliau juga menegaskan komitmen UTAMA untuk terus menghadirkan program-program akademik berstandar internasional.
Seminar ini dipandu oleh Siti Rodiyah, S.S., M.Hum. sebagai host, yang memandu jalannya acara secara interaktif dan dinamis sehingga mampu menjaga antusiasme peserta sepanjang kegiatan berlangsung.
Menghadirkan pembicara internasional, Mr. Hoang Tran Quang Duong (Daniel), seorang konsultan keberlanjutan dari PwC, seminar ini diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa yang menunjukkan partisipasi aktif sejak awal hingga akhir acara.
Bagi para peserta, seminar ini bukan sekadar sesi pembelajaran tambahan, melainkan sebuah jendela yang membuka wawasan terhadap tantangan sekaligus peluang nyata di dunia profesional global.
Dalam pemaparannya, Daniel menyampaikan materi secara sistematis, mulai dari urgensi perubahan iklim hingga dampak nyata kenaikan suhu global. Ia juga mengulas bagaimana perusahaan-perusahaan besar dunia merespons tantangan tersebut melalui kerangka ESG—Environmental, Social, and Governance. Mengacu pada laporan ilmiah IPCC, ia menjelaskan perbedaan signifikan antara skenario pemanasan 1,5°C dan 2°C, sekaligus menegaskan bahwa respons terhadap krisis iklim kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap pelaku bisnis.
Tidak berhenti pada aspek teoretis, peserta juga diajak memahami lanskap regulasi ESG yang semakin ketat di berbagai belahan dunia, mulai dari kebijakan Uni Eropa seperti CSRD dan CBAM hingga regulasi di Indonesia yang telah mewajibkan pelaporan keberlanjutan bagi perusahaan publik dan lembaga keuangan. Studi kasus PETRONAS Malaysia turut dihadirkan sebagai contoh konkret bagaimana korporasi besar mampu mengintegrasikan ESG ke dalam strategi bisnisnya.
Antusiasme mahasiswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab (Q&A) di penghujung acara, di mana para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pembicara terkait materi yang telah disampaikan.
Dalam kesempatan tersebut, pembicara juga menyampaikan apresiasinya terhadap UTAMA.
“Thank you very much for inviting me to come here today and for the opportunity to share my knowledge with the university. I truly felt a very warm welcome from all of you. I am also very impressed with how you encourage students to learn from one another. My sincere thanks for this invitation,” ungkap Mr. Hoang Tran Quang Duong (Daniel), konsultan keberlanjutan PwC yang menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, UTAMA kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu global yang akan membentuk masa depan karier mereka. Kehadiran pembicara internasional serta kolaborasi lintas negara menjadi bukti nyata upaya kampus dalam memperluas wawasan mahasiswa melampaui batas ruang kelas.
Ke depan, UTAMA berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program serupa yang menghubungkan mahasiswa dengan para praktisi dan pemikir terbaik dari berbagai penjuru dunia. Sebab, pemimpin masa depan tidak hanya dibentuk oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh pengalaman serta jejaring global yang kuat.
penulis : Xeghia Hafidza S